“LAPORAN
HASIL PEMBUATAN TEROPONG BUMI”
(X IPA 3)
SMAN
5 MATARAM
Kata
Pengantar
Puji dan syukur penulis panjatkan
kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat,nikmat dan
karunia-Nya kami mampu menyelesaikan teropong ini dengan menjadikannya makalah,
yang kami beri judul “Laporan Hasil Membuatan
Teropong”
Kami menyadari bahwa kami menyusun tugas
ini masih banyak kekurangan, baik dari segi isi, penulisan, kata-kata, maupun
hasil pengamatan kami. Oleh Karena itu, segala kritik dan saran yang bersifat
membangun guna perbaikan laporan kerja praktek ini lebih lanjut, akan penulis
terima dengan senang hati. Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada semua
pihak yang telah membantu dalam menyusun tugas ini.
Penulis
(Mataram,
2 Mei 2013)
Daftar Isi
Kata Pengantar........................................................................................[2]
Daftar
isi..................................................................................................[3]
Isi :
1. Tujuan
2. Waktu
dan Tempat
3. Landasan
Teori
4. Alat
dan Bahan
5. Prosedur
Kerja
6. Hasil
Percobaan
Penutup.....................................................................................................[5]
Daftar
Pustaka..........................................................................................,[6]
Isi :
1. Tujuan
Pada Bab ke 6 kita mempelajari Optika Geometri. Dan terdapat
materi tentang teropong, salah satunya adalah Teropong Bumi, yang akan menjadi
pokok pembahasan dalam laporan pembuatan Teropong ini. Dengan Tujuan :
1. Dapat
mengetahui karakteristik Alat dan Bahan yang digunakan dalam pembuatan
teropong.
2. Dapat
menjelaskan arah pantulan dan pembiasan cahaya dari teropong tersebut.
3. Dapat
menjelaskan cara mencari rumus-rumus
untuk menentukan letak dan panjang teropong yang akan dibuat.
4. Dapat
melatih kreativitas siswa agar kreatif dalam membuat sebuah teropong bumi.
5. Dapat
memberi pengalaman dan melatih kesabaran dalam pembuatan teropong, dengan tidak
menyerah bila terjadi kesalahan dalam pembuatan.
2. Waktu dan Tempat
Waktu
: Kamis, 2 Mei 2013
Di
Tempat : Rumah Ni Luh Lasmi Purwanti
3. Landasan Teori
“Pengertian Teropong
Teropong
adalah alat
optik yang digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat jauh seperti gunung
dan bintang agar tampak lebih dekat dan jelas. Meskipun teropong sudah
digunakan sejak abad ke – 17 namun sampai sekarang tidak seorang pun yakin
siapa yang pertama kali menemukan teropong. Memang pada tanggal 2 oktober 1608
Hans Lippershey pernah mecoba mempatenkan teleskop yang dibuatnya, tetapi
ditolak oleh dewan penilai. Kemudian pada tahun 1609 Galileo membuat sebuah
teleskop yang sekarang dikenal dengan sebutan teropong panggung. Setelah itu ia
membuat banyak macam teleskop dan mendapatkan banyak penemuan dalam bidang
astronomis yang membuatnya terkenal. Teropong dibagi menjadi dua kelompok yaitu
:
1.
Teropong
Bias, yang terdiri dari beberapa lensa
2.
Teropong
pantul, yang terdiri dari beberapa cermin dan lensa
Teropong bumi adalah instrumen pengamatan yang berfungsi
mengumpulkan radiasi elektromagnetik dan sekaligus membentuk citra dari benda
yang diamati. Teropong bumi merupakan alat paling penting dalam pengamatan
astronomi.
Teropong bumi yang disebut juga teropong medan atau teropong
yojana menghasilkan bayangan akhir yang tegak terhadap arah benda semula. Hal
ini dapat diperoleh dengan menggunakan lensa cembung ketiga yang disisipkan di
antara lensa obyektif dan lensa okuler. Lensa cembung ketiga hanya berfungsi
membalik bayangan tanpa perbesaran, oleh karena itu lensa ini disebut lensa
pembalik.
Dasar
Kerja Teropong Bumi :
Lensa obyektif membentuk bayangan bersifat nyata, terbalik dan diperkecil yang jatuh pada fob.
Bayangan dibentuk oleh lensa obyektif menjadi benda bagi lensa pembalik jatuh pada jarak 2f pembalik sehingga terbentuk bayangan pada jarak 2f pembalik juga yang bersifat nyata, terbalik, dan sama besar .
Lensa obyektif membentuk bayangan bersifat nyata, terbalik dan diperkecil yang jatuh pada fob.
Bayangan dibentuk oleh lensa obyektif menjadi benda bagi lensa pembalik jatuh pada jarak 2f pembalik sehingga terbentuk bayangan pada jarak 2f pembalik juga yang bersifat nyata, terbalik, dan sama besar .
Bagian-bagian dari teropong bumi
adalah sebagai berikut :

*Lensa Okuler :.
Tugas lensa okuler adalah membentuk bayangan
yang bersifat maya, tegak dan diperbesar, yang berada di ruang IV lensa okuler,
sehingga benda okuler/bayangan obyektif harus berada di ruang I atau di titik
fokus lensa okuler.
*
Lensa Objektif :.
Tugas lensa obyektif adalah membentuk
bayangan yang bersifat nyata, terbalik dan diperbesar yang berada di ruang III,
sehingga benda harus diletakkan di ruang II. Bayangan obyektif tersebut
merupakan benda untuk lensa okuler.
*Lensa Pembalik :
Perbedaan antara teropong bumi dan teropong
bulan adalah ada tidaknya lensa pembalik. pada teropong bulan tidak memiliki
lensa pembalik karena bulan cenderung memiliki bentuk yang simetris jadi
walaupun bulan yg kita lihat dengan teropong bulan terlihat terbalik tetapi
kita tetap dapat melihat bulan itu dengan jelas walaupun terbalik. tetapi
apabila kita melihat gunung dengan menggunakan teropong bulan, maka kita akan
melihat gunung secara terbalik. oleh karena itu, agar terlihat gunung secara
normal kita harus menggunakan teropong bumi yang memiliki lensa pembalik. lensa
pembalik terletak diantara lensa okuler dgn lensa objektif.
ü Rumus pada teropong Bumi
Pembesaran Teropong Bumi
Dengan
ketentuan:
·
=
Pembesaran teropong bumi
·
= Jarak fokus lensa objektif
·
= Jarak fokus lensa okuler
Jarak lensa objektif dan lensa okuler
Dengan
ketentuan:
·
=
Jarak lensa objektif dan lensa okuler
·
= Jarak fokus lensa objektif
·
= Jarak fokus lensa pembalik
·
= Jarak fokus lensa okuler
Lensa pembalik
berfungsi untuk membalikkan arah cahaya sebelum melewati lensa okuler, lensa
okuler berfungsi seperti lup membentuk bayangan bersifat maya, tegak, dan
diperbesar.Adanya lensa pembalik tidak mempengaruhi perbesaran akhir, bayangan akhir bersifat maya, tegak dan diperbesar dengan perbesaran :
4. Alat dan Bahan
Alat :
a. Gergaji
b. Penggaris
c. cuter
d. Lem
G (untuk perekat lensa)
Bahan :
a. 3
Buah lensa Cembung :
Berukuran
diameter : 100mm, 75mm, dan 50mm
Dengan
Fokus : -90mm Fokusnya : 25 cm
-75mm Fokusnya : 6 cm
-50mm Fokusnya : 8 cm
b. 3
Buah Pipa berukuran : 2 ½”, 2”, 1”.
c. 3
Buah Perlup berukuran : 3”x 2 ½”, 2 ½”x 2”, 1½”x 1”
d. 1
buah penyambung Pipa berukuran : 1”
5. Prosedur Kerja
a. Siapkan
alat dan bahan yang sudah di tentukan seperti gambar dibawah ini :
-
Alat dan Bahan yang di perlukan

-
Cat/ semprotkan menggunakan Pilox dengan
rata
-
Letakan Lensa Berukuran 100mm (Fob), ke
dalam Perlup berukuran D = 3”x 2½”
seperti Gambar dibawah ini dan rekatkan:


-
Setelah itu satukan lensa dengan, Pipa
yang berukuran D : 2 ½”, yang sebelumnya di potong dengan ukuran panjang 16 cm,
menggunakan gergaji.

-
Selanjutnya letakan lagi lensa yang
berukuran 75mm (Fpb) dan direkatkan dengan Perlup berukuran D = 2 ½”x 2”, dan
satukan lagi dengan Pipa berukuran D = 2”, yang sebelumnya sudah dipotong
dengan ukuran panjang 10cm :


-
Sambunglah dengan perlup berukuran 2”x1
½”, dan Potonglah pipa yang berukuran 1”, dengan ukuran panjang 7cm. dan
sambungkan dengan pipa penyambung ukuran 1”, yang sebulumnya dimasukan lensa
berukuran 50mm (Fok) dan rekatkan dengan pipa 1” (pipa penyambung).

-
Dan setelah itu sambungkan menjadi satu
hingga menjadi sebuah teropong.


-
Selamat Bereksperimen .
6. Hasil Percobaan

“Hasil
Bayangan Teropong Kami” :

“Dari
Jarak : 5 Meter”
“Rumus-rumus
dalam Teropong Kami :
![]() |
o
Arah Pantulan Teropong Bumi :

7.
Penutup
Jadi Kesimpulannya adalah Teropong bumi merupakan, salah satu
bagian dari alat optic, yang berfungsi untuk melihat benda-benda di sekitar
permukaan bumi.
Terimakasih!
8. Daftar Pustaka
http://niluhlasmipurwa.blhttps://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8513764683814952913#editor/target=post;postID=5562617921279719440ogspot.com/2013_04_01_archive.html

Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking