Vrydag 03 Mei 2013




“LAPORAN HASIL PEMBUATAN TEROPONG BUMI”

 

(X IPA  3)
SMAN 5 MATARAM








Kata Pengantar

      Puji dan syukur penulis panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat,nikmat dan karunia-Nya kami mampu menyelesaikan teropong ini dengan menjadikannya makalah, yang kami beri judul “Laporan Hasil Membuatan Teropong”
     Kami menyadari bahwa kami menyusun tugas ini masih banyak kekurangan, baik dari segi isi, penulisan, kata-kata, maupun hasil pengamatan kami. Oleh Karena itu, segala kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan laporan kerja praktek ini lebih lanjut, akan penulis terima dengan senang hati. Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyusun tugas ini.


                                                                                     Penulis

                                                                           (Mataram, 2 Mei 2013)








Daftar Isi
Kata Pengantar........................................................................................[2]
Daftar isi..................................................................................................[3]
Isi :
1.     Tujuan
2.     Waktu dan Tempat
3.     Landasan Teori
4.     Alat dan Bahan
5.     Prosedur Kerja
6.     Hasil Percobaan
Penutup.....................................................................................................[5]
Daftar Pustaka..........................................................................................,[6]












Isi :
1. Tujuan
    Pada Bab ke 6 kita mempelajari Optika Geometri. Dan terdapat materi tentang teropong, salah satunya adalah Teropong Bumi, yang akan menjadi pokok pembahasan dalam laporan pembuatan Teropong ini. Dengan Tujuan :
1.     Dapat mengetahui karakteristik Alat dan Bahan yang digunakan dalam pembuatan teropong.
2.     Dapat menjelaskan arah pantulan dan pembiasan cahaya dari teropong tersebut.
3.     Dapat menjelaskan  cara mencari rumus-rumus untuk menentukan letak dan panjang teropong yang akan dibuat.
4.     Dapat melatih kreativitas siswa agar kreatif dalam membuat sebuah teropong bumi.
5.     Dapat memberi pengalaman dan melatih kesabaran dalam pembuatan teropong, dengan tidak menyerah bila terjadi kesalahan dalam pembuatan.
2. Waktu dan Tempat
Waktu : Kamis, 2 Mei 2013
Di Tempat : Rumah Ni Luh Lasmi Purwanti

3. Landasan Teori
   “Pengertian Teropong
    Teropong adalah alat optik yang digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat jauh seperti gunung dan bintang agar tampak lebih dekat dan jelas. Meskipun teropong sudah digunakan sejak abad ke – 17 namun sampai sekarang tidak seorang pun yakin siapa yang pertama kali menemukan teropong. Memang pada tanggal 2 oktober 1608 Hans Lippershey pernah mecoba mempatenkan teleskop yang dibuatnya, tetapi ditolak oleh dewan penilai. Kemudian pada tahun 1609 Galileo membuat sebuah teleskop yang sekarang dikenal dengan sebutan teropong panggung. Setelah itu ia membuat banyak macam teleskop dan mendapatkan banyak penemuan dalam bidang astronomis yang membuatnya terkenal. Teropong dibagi menjadi dua kelompok yaitu :
1.     Teropong Bias, yang terdiri dari beberapa lensa
2.     Teropong pantul, yang terdiri dari beberapa cermin dan lensa
Teropong bumi adalah instrumen pengamatan yang berfungsi mengumpulkan radiasi elektromagnetik dan sekaligus membentuk citra dari benda yang diamati. Teropong bumi merupakan alat paling penting dalam pengamatan astronomi.
Teropong bumi yang disebut juga teropong medan atau teropong yojana menghasilkan bayangan akhir yang tegak terhadap arah benda semula. Hal ini dapat diperoleh dengan menggunakan lensa cembung ketiga yang disisipkan di antara lensa obyektif dan lensa okuler. Lensa cembung ketiga hanya berfungsi membalik bayangan tanpa perbesaran, oleh karena itu lensa ini disebut lensa pembalik.
Dasar Kerja Teropong Bumi :
Lensa obyektif membentuk bayangan bersifat nyata, terbalik dan diperkecil yang jatuh pada fob.
Bayangan dibentuk oleh lensa obyektif menjadi benda bagi lensa pembalik jatuh pada jarak 2f pembalik sehingga terbentuk bayangan pada jarak 2f pembalik juga yang bersifat nyata, terbalik, dan sama besar .
Bagian-bagian dari teropong bumi adalah sebagai berikut :

           
*Lensa Okuler :.
    Tugas lensa okuler adalah membentuk bayangan yang bersifat maya, tegak dan diperbesar, yang berada di ruang IV lensa okuler, sehingga benda okuler/bayangan obyektif harus berada di ruang I atau di titik fokus lensa okuler.
* Lensa Objektif :.
    Tugas lensa obyektif adalah membentuk bayangan yang bersifat nyata, terbalik dan diperbesar yang berada di ruang III, sehingga benda harus diletakkan di ruang II. Bayangan obyektif tersebut merupakan benda untuk lensa okuler.     
*Lensa Pembalik :
    Perbedaan antara teropong bumi dan teropong bulan adalah ada tidaknya lensa pembalik. pada teropong bulan tidak memiliki lensa pembalik karena bulan cenderung memiliki bentuk yang simetris jadi walaupun bulan yg kita lihat dengan teropong bulan terlihat terbalik tetapi kita tetap dapat melihat bulan itu dengan jelas walaupun terbalik. tetapi apabila kita melihat gunung dengan menggunakan teropong bulan, maka kita akan melihat gunung secara terbalik. oleh karena itu, agar terlihat gunung secara normal kita harus menggunakan teropong bumi yang memiliki lensa pembalik. lensa pembalik terletak diantara lensa okuler dgn lensa objektif.

ΓΌ  Rumus pada teropong Bumi
Pembesaran Teropong Bumi
M=\frac{f_{ob}}{f_{ok}}
Dengan ketentuan:
·        \!M= Pembesaran teropong bumi
·        \!f_{ob}= Jarak fokus lensa objektif
·        \!f_{ok}= Jarak fokus lensa okuler
Jarak lensa objektif dan lensa okuler
d=f_{ob}+4f_p+f_{ok}\,\!
Dengan ketentuan:
·        \!d= Jarak lensa objektif dan lensa okuler
·        \!f_{ob}= Jarak fokus lensa objektif
·        \!f_p= Jarak fokus lensa pembalik
·        \!f_{ok}= Jarak fokus lensa okuler
Text Box: d = f (ob) + 4f (pembalik) + f (ok)

Dengan adanya lensa pembalik panjang teropong dirumuskan menjadi :



Text Box: M = d = Fob/Fok

    Lensa pembalik berfungsi untuk membalikkan arah cahaya sebelum melewati lensa okuler, lensa okuler berfungsi seperti lup membentuk bayangan bersifat maya, tegak, dan diperbesar.
Adanya lensa pembalik tidak mempengaruhi perbesaran akhir, bayangan akhir bersifat maya, tegak dan diperbesar dengan perbesaran :



4. Alat dan Bahan
Alat :
a.      Gergaji
b.     Penggaris
c.      cuter
d.     Lem G (untuk perekat lensa)
Bahan :
a.      3 Buah lensa Cembung :
Berukuran diameter : 100mm, 75mm, dan 50mm
Dengan Fokus : -90mm Fokusnya : 25 cm
                          -75mm Fokusnya : 6 cm                     
                          -50mm Fokusnya : 8 cm
b.     3 Buah Pipa berukuran : 2 ½”, 2”, 1”.
c.      3 Buah Perlup berukuran : 3”x 2 ½”, 2 ½”x 2”, 1½”x 1”
d.     1 buah penyambung Pipa berukuran : 1”









5. Prosedur Kerja
a.      Siapkan alat dan bahan yang sudah di tentukan seperti gambar dibawah ini :
-        Alat dan Bahan yang di perlukan

-        Cat/ semprotkan menggunakan Pilox dengan rata

-        Letakan Lensa Berukuran 100mm (Fob), ke dalam Perlup berukuran D =  3”x 2½” seperti Gambar dibawah ini dan rekatkan:









-        Setelah itu satukan lensa dengan, Pipa yang berukuran D : 2 ½”, yang sebelumnya di potong dengan ukuran panjang 16 cm, menggunakan gergaji.



-        Selanjutnya letakan lagi lensa yang berukuran 75mm (Fpb) dan direkatkan dengan Perlup berukuran D = 2 ½”x 2”, dan satukan lagi dengan Pipa berukuran D = 2”, yang sebelumnya sudah dipotong dengan ukuran panjang 10cm :


-        Sambunglah dengan perlup berukuran 2”x1 ½”, dan Potonglah pipa yang berukuran 1”, dengan ukuran panjang 7cm. dan sambungkan dengan pipa penyambung ukuran 1”, yang sebulumnya dimasukan lensa berukuran 50mm (Fok) dan rekatkan dengan pipa 1” (pipa penyambung).

-        Dan setelah itu sambungkan menjadi satu hingga menjadi sebuah teropong.


-        Selamat Bereksperimen .

6. Hasil Percobaan


“Hasil Bayangan Teropong Kami” :

“Dari Jarak : 5 Meter”

“Rumus-rumus dalam Teropong Kami :Text Box: M = d = Fob/Fok
M = 25/6 = 41,7 kali


Text Box: d = f (ob) + 4f (pembalik) + f (ok)
d = 25 + 6x4 cm + 8 cm
= 57 cm





o  Arah Pantulan Teropong Bumi :

7. Penutup
Jadi Kesimpulannya adalah Teropong bumi merupakan, salah satu bagian dari alat optic, yang berfungsi untuk melihat benda-benda di sekitar permukaan bumi.
Terimakasih!






















8. Daftar Pustaka

http://niluhlasmipurwa.blhttps://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8513764683814952913#editor/target=post;postID=5562617921279719440ogspot.com/2013_04_01_archive.html